Selasa, 16 Agustus 2011

"dijual: damai"

pagi di balik seulawah
senja di balik seulawah bagai fatamorgana keemasan. kami menghisap bau pagi dengan damai. melambungkan harapan dari tanah kami yang indah.
menuju ke lamteh. tempat saat senja. tempat perdamaian diteken dulu 

lamteh adalah gampong dan saksi mata saat daami diteken dengan tinta-tinta pesanan. entah bagaiamana kami merawat  sakit kepala macam ini. damai berkali-kali lunglai. rebah di antara meja-meja kekuasaan. sementara titi seunapet tetap mabuk dengan dinginnya. ia bungkam dalam kesunyiannya. sementara, kami terus bertanya, damai apalagi yang harus kami pikul jika besok rasa aman kita jual murah-murah?
jembatan seunapet. seulawah
Bivak emperom. 15 agustus 2011. hari damai

1 komentar: